Minggu, 03 Juni 2012

My Edelweis

Edelweis dan Filosofi Hidupku.....

Edelweis (kadang ditulis eidelweis) atau Edelweis Jawa (Javanese edelweiss) juga dikenal sebagai Bunga Abadi yang mempunyai nama latin Anaphalis javanica, adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Indonesia. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian maksimal 8 m dengan batang mencapai sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m. Beragam istilah muncul untuk menyebut nama tanaman eksotis ini. Ada yang menyebut sebagai bunga keabadian, ketulusan dan perjuangan, dan masih banyak lagi intepretasi yang lain. Disebut bungan keabadian, karena bunganya yang terus awet dan berada dipuncak gunung sebagai simbol keabadian. Lambang ketulusan, karena Edelweis tumbuh di daerah yang khusus dan ekstrem, sehingga seolah menerima keadaan apa adanya tanpa menuntut kondisi yang mengenakan. Bunga ini juga mengandung arti sebagai lambang perjuangan, karena bunga ini tumbuh ditempat yang tandus, dingin, miskin unsur hara dan untuk mendapatkannya harus bersusah payah mendaki gunung.
Edelweis juga melambangkan pengorbanan. Karena bunga ini hanya tumbuh di puncak-puncak atau lereng-lereng gunung yang tinggi sehingga untuk mendapatkannya membutuhkan perjuangan yang amat berat. 
Meskipun dipetik bunga ini tidak akan berubah bentuk dan warnanya, selama disimpan di tempat yang kering dengan suhu ruangan. Oleh karena itu edelweis adalah bunga keabadian. Bunga yang membuat cinta akan tetap abadi!
Aku pernah mendaki beberapa gunung-gunung tinggi di Indonesia. Mendapatkan setangkai Edelweis kuanggap seperti hadiah istimewa bagiku. Edelweis selalu berada di dataran yang tinggi dan kadang tersembunyi di lereng-lereng bukit hingga ke batas vegetasi. Wangi edelweis begitu khas, bahkan wanginya bisa tercium walau kita sembunyikan di dalam ransel yang tertutup rapat.
Itulah yang menjadikan bunga ini begitu istimewa bagiku dan kujadikan sebagai satu-satunya bunga yang aku sukai. Aku ingin menjadikan karakter "edelweis" menjadi filosofi hidupku. Aku ingin tetap "hidup "dimanapun aku berada,,, tetap tegar di kondisi apapun, setulus hati dalam berbagi dan berkarya, tetap sabar dan bersyukur atas segala yang dihadapi, tak akan memudar ataupun  melayu dan tetap mewangi di sepanjang waktu,,,
Memang kusadari hidup manusia itu tak akan pernah abadi, usia jua yang akan membatasi dan keabadian itu hanya milik Yang Maha Kuasa. Tapi sepanjang Allah SWT masih memberi kesempatanku untuk tetap hidup, aku akan benar-benar hidup,,,

My Hope,,,,


Ambon, 04 Juni 2012

By. Ephen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar