Rabu, 22 Agustus 2012

Koleksi Foto Kota Ambon Tempo Doeloe (Bagian III)

Dear Basudara,,, pada kesempatan ini akan dishare lagi koleksi foto-foto ambon tempo doeloe untuk yang ketiga kalinya. Masih banyak lagi koleksi fotonya yang akan share lagi pada kesempatan yang selanjutnya. Semoga Foto - foto ini bisa mengobati rasa rindu atas tanah ambon yang manise dan membuat kita semua semakin cinta akan tanah tanah ambon,,,,



Benteng Nieuw Victoria (1910)


Hotel Banda di Ambon tahu 1880 (wah,,, sudah ada hotel  di ambon ya di masa ini)

Hotel Soselisa di Ambon tahun 1910


Kantor Pos Ambon tahun 1925


Kweekschool STOVIL di Batu Gantung, 1925 


Mesjid Agung An-nur Negeri Hatukau (Batumerah) tahun 1575


Mesjid Jami Ambon tahun 1895


Depan Gereja Soya Atas (1937)


Gereja Rehoboth (1928)


Gereja Silo Ambon (1925)


Jemaat Kristen Protestan Kota Ambon usai beribadah minggu di Gereja Protestan pada tahun 1923.


kampung Batugajah tahun 1875.  Lokasi ini masih ada dan sekarang dijadikan Markas Korem Binaya 


Ikan Taator bagus ee,,, (1900)


Masih ingin melihat foto-foto yang sudah di share sebelumnya, bisa di-klik saja di bawah ini :






3 komentar:

  1. Wah...senang sekali, saya baru melihat gereja protestan di Jl.A.Y.Patty, ini tempat yang sangat berarti bagi hidup saya dan keluarga, karena orang tua saya Bpk.Carel Lisapaly (Alm.) mendapat sewa tanah bekas gereja itu yang diberikan oleh Gubernur Leimena (kalau gak salah waktu itu)dan beliau membuat bengkel mobil yang diberi nama pertama kali "SERVICE STATION ETA" kemudian diganti dengan nama "PERBENGKELAN OTO ETA" nama tsb. diambil dari nama kakak Saya Eta yang menikah dengan Libe Ivakdalam (Alm.)bengkel itu berdiri puluhan tahun dan setelah Papi meninggal, mami yang meneruskan usaha itu karena kami anak2 masih sekolah,SD dan SMA, rupanya agraria melirik tanah itu untuk diambil alih, dan menjadi persoalan sampai ke pengadilan M.A. kemudian keputusannya tanah itu dibagi dua untuk dibangun puskud, kenyataannya kami hanya diberikan 1/3 dan uang ganti rugi sepeserpun mami tidak mau menerima, karena telah terjadi ketidak adilan, uang tsb. mami minta untuk disumbangkan ke Rumah Yatim Piatu atau Gereja saja (intinya sepeserpun tidak mau diterima mami), ceritanya panjang antara seorang janda vs pemerintah.......tapi itu sudah berlalu, gak perlu diingat lagi ya, sekarang tanah 1/3 itu masih sedang kami kontrakkan kepada toko Maspion, kontrak bangun, dan menjadi ruko, masih ada tempat tinggal kami dibagian belakang ruko tingkat-3 itu.....saya adalah anak kedua sejak lulus SMA Xaverius Ambon thn.1971 saya kuliah di Jakarta dan kemudian kerja dan menikah dan tinggal di Jakarta. Itulah kisah tanah bekas Gereja Protestan di Jl. A.Y.Patty.......memory.....Ommy Louhenapessy-Lisapaly

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ommy, beta baca ale pung tulisan ini.. beta inga waktu beta masih skolah di ambon..beta pung tamang skolah di SMP Neg. II Neg. di Tanah Lapang Kecil. beta pung tamang waktu itu pung papa oom Carel LIsapally. and antua pung anak wanita memang nama ETA...beta sandiri Zel Lalopua... kalu ale masih ingat.. beta sandiri su di Amerika.. deng beta pung anak 2.. yg laki2 John Arnold dan yang parampuang Angelique Cynthia.. yang laki2 su kaweng bulan March lalu.. beta pung maitua (Elizabeth Mathilda Lalopua-Tomasoa su meninggal 7 tahun lalu Waktu ale pung papa biking bengkel ETA, itu gubernur Latuharhary...Eta pung Ade itu yang beta pung tamang skola.. laklaki kurus tinggi..mudah2an batul ya..salam baku dapa kombali- Zel Lalopua.(lzharry@aol.com.

      Hapus